Cloudy

DKI Jakarta

31°C

Cloudy

Humidity: 62%

Wind: N at 12 mph

You are here: Home»Kumpulan Artikel»Artikel Dept. Penjaminan Mutu»12. Kami terkadang...

News Pro GK4

Debat Pelajar Antar Bangsa

DEBAT PELAJAR ANTARABANGSA 2010 Untuk Jenjang SMP dan SMA Syarat dan Ketentuan: Biaya RM 250 peserta lomba/orang Biaya RM 300 guru pendamping/orng Jumlah anggota tim pergroup 4 orang (3 sebagai anggota inti, 1 cadangan) Materi...

Administrator - avatar Administrator comments 25 Jun 2010 Hits:112 Latest

Read more

12. Kami terkadang...

Penilaian Pengguna: / 6
JelekBagus 

KAMI TERKADANG BICARA BERAPI-API TENTANG SEKOLAH UNGGUL, TAPI PADA PRAKTIKNYA SUDAH MERASA PUAS DENGAN KUALITAS YANG SEDANG-SEDANG SAJA………AYO, BERFIKIR, BERGERAK DAN BERBUAT “ MERANCANG SEKOLAH MASA DEPAN”

1. Jadikanlah sekolah menjadi pusat sumber daya sepanjang hayat

Bisa jadi, di dalamnya ada nenek atau kakek mengajari bernyanyi, berkisah tentang sahabat-sahabat Rasul dan para tabiin. Ada ayah yang mengajari bagaimana membuat rumah pohon. Ada ibu yang mengajari bagaimana melelehkan cokelat pada sekeping biscuit. Ada dokter dan perawat yang standby memberi layanan optimal. Ada lingkaran-lingkaran kajian ilmiah yang dihadiri oleh orang tua dan siswa, bahkan masyarakat. Dilengkapi dengan managemen CYBER-URUS (keren kan?). Ada juga transaksi barter untuk mengenalkan konsep pertukaran pada siswa. Ada kunjungan siswa dewasa ke kelas-kelas para junior bagaimana berperilaku sehat.

Wow! Sangat mungkin kan kita lakukan. Namun sayangnya masih banyak diantara kita yang menikmati nyamannya berpikir dalam zone “inbox” . Ayo dong, waktunya berpikir “out the box

2. Jaminlah kepuasaan pelanggan

Memberi garansi, kenapa tidak? Jika kita yakin atas apa yang kita jadikan patokan dalam membuat keputusan lalu kita lakukan apa yang kita yakini, maka jangan ragu untuk memberi garansi. Selain untuk memberi kepuasaan kepada yang percaya pada sekolah kita, kondisi itu adalah pengawal segala aktivitas yang tidak boleh tidak untuk tetap pada komitmen sekolah. Kalau komitmen sekolah “active learning” maka tidak ada guru yang ceramah melulu, kalau komitmen sekolah”mengoptimalkan kecerdasan majemuk” maka beragam pilihan kegiatan bagi siswa setiap hari adalah harga mutlak yang tidak dapat ditawar oleh guru yang “belum rajin” dan “gak fokus berkreasi”

Bahkan seorang inovator “Phil Grignon” mantan pengawas SD South Bay di San Diego, pernah bilang begini sobat “ Jika sekolah ingin bertahan hidup, kita harus bertanggung jawab atas produk yang kita hasilkan” dan ini dibuktikan oleh beliau yang menjamin seluruh siswanya yang berjumlah 10.500 orang untuk “Sukses Membaca” dan jika tidak tercapai maka sekolah akan memberi les privat intensif ( Di sana, jaminan dapat membaca diperuntukan bagi siswa SD, bukan siswa TK.)

Dan, di Master’s Academy and Collage, Kanada, memberi garansi murid-muridnya dijamin menjadi “Pelajar Unggul” sebelum usia 12 atau 13 tahun.

Then, apa jaminan sekolah kita?

2. Gunakan teknik pengajaran terbaik di dunia

- Gunakan teknik terpadu! Otak itu terdiri dari bagian-bagian yang harus dikembangkan secara adil! Gak Cuma bagian kirinya saja, atau bagian kanannya saja, atau bagian tengahnya saja!

Integrasikan seluruh mata palajaran dan setiap murid harus terlibat dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis tingkat tinggi. Jangan sampai para guru tingkat berpikirnya justru pada level pengetahuan dan pemahaman saja. Mengapa? Karena tingkat transfernya akan sesuai dengan level kemampuan berpikir kritis tingkat gurunya!

- Ruang kelas yang relaks, cerah, tenang dan mengasikkan!

Pernah tidak bayangkan setiap siswa berperan sebagai kata benda, kata sifat, kata kerja and so on, then…..Mereka berdebat bagai tim bisbol saat sedang mempelajari tata bahasa? Atau mereka menggelar acara “live show” di mana masing-masing berperan dengan tugasnya masing-masing sebagai MC, pembidik kamera, peñata panggung, penanggung jawab property untuk tayangan “ The Science Moon” 30 hari nonstop di TV, membuktikan apa yang mereka pahami atas konsep-konsep Science yang mereka pelajari dengan mendatangkan para pakar/ilmuwan untuk mengomentari. Rasanya…………dekat sekali, tinggal lompat untuk kembali ke zaman di mana Ibnu Sina yang rendah hati, tinggi akal, melukis khasanah kejayaan Islam.

Jadi, tunggu apa lagi?

3. Latihlah sumber daya utama : GURU!

Jika kita sudah punya “kekuatan” dan “passion”maka program utama selanjutnya adalah “PELATIHAN GURU” . Guru harus banyak berlatih sepeti halnya aktor dan penyair yang tetap perlu berlatih. Karena setelah itu baru dapat mengajarkannya kepada orang lain. Dorong guru untuk menjadi pelajar dan pengajar.

Jangan pernah kenal dengan problem “kehabisan bahan ajar”, pecahkan dengan langkah sederhana “ Libatkan ortu, kakek, nenek, masyarakat, siswa!”

4. Libatkan 4 bagian dalam menyusun kurikulum

Lihat inti atomnya! Jangan pernah abai untuk masalah “hati”! karena ia adalah panglima. Hidupkan dengan kalimat-kalimat yang mengagungkan pemilik hati itu, agar cahaya ilmu milik-Nya tembus ke relung hati kita lalu menjadi sinar yang memompa optimisme kita untuk berubah dan berubah menuju perbaikan demi perbaikan khususnya di dunia pendidikan.


5. Cermati sistem penilaian

Ingat, ingat!

- Metode belajar yang anyar melibatkan komponen manusia secara utuh, begitu juga metode penilaiannya

- Ujian tertulis dengan “paper and pencil” hanya menguji sebagian kompetensi seseorang, banyak cara lain untuk membidik secara akurat kompetensi lainnya.

6. Gunakan teknologi masa depan

Teknologi dalam komunikasi menyertakan perubahan peradaban terbesar! Revolusi dalam bidang ini memberi setiap orang sarana untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan, kapan pun! Dalam bentuk apa pun! Cetakan , foto, kaset video, layar televisi, transmisi faks, dan lain-lain

Di SMP Christoper Columbus, New Jersey, setiap siswa di setiap kelas berkesempatan untuk berhubungan dengan seluruh jaringan sekolah. Setiap siswa adalah pemrogram dan perancang kurikulumnya. Dan gara-gara ini, sekolah tersebut tidak lagi punya cerita ada anak putus sekolah, begitu juga peluang siswa absen, menurun hingga titik nol dan prestasi melonjak secara spektakuler! Nilai ujian standar meningkat hampir 3 kali lebih tinggi dari rata-rata sekolah di New Jersey.

Komputer yang sangat canggih, mampu berperan baik sebagai tutor dan menyediakan informasi dan umpan balik kepada siswa secara cepat. Virtual reality memungkinkan setiap orang berpartisipasi dalam berbagai pengalaman. Kejar teknologi canggih! Dan perhitungkan secara cermat pengaruhnya terhadap pendidikan.

Perubahan masa di hadapan akan ditentukan oleh “Sang Penentu” , di antara gejolak dan dinamika pertumbuhan ekonomi satu dunia. Seolah-olah hak pilih hanya ada di konsumen. Tugas kita untuk berkontribusi mencerdaskan konsumen tiada henti, agar konsumen punya daya seleksi untuk mengkonsumsi yang dapat mengawal dirinya menjadi khalifah fil ardh yang rahmatan lil ‘alamiin. Di lain sisi, dunia sekarang bukan hanya merupakan pasar raksasa elektronik dan mobil, makanan cepat saji dan jasa keuangan, melainkan juga pasar pendidikan (konotasikan dengan tetap pada gelombang positif).

Karya-karya pendidik dan sekolah yang paling cemerlang sekalipun kini dapat diterjemahkan dalam bentuk yang kelak dipersiapkan untuk secara cepat dapat diakses oleh semua orang yang menginginkan, di setiap tempat dan waktu. Mungkinkan hari-hari monopoli sekolah di bidang pendidikan akan segera berakhir?

Jawabannya ada pada kita. Jangan pernah tinggalkan “pendidikan”, ia tidak pernah akan tergantikan oleh apapun! Pendidikan yang mampu menghantar manusia yang dididiknya siap memasuki babak “kecemerlangan” di dunia dan di akhirat.

Hanya saja, siapkah kita hadir dan berbuat pada tantangan yang sudah terlanjur tergelar? Insya Allah siap! Kita bersatu dan takjubkan sejarah!

Depok, 17 Maret 2010

Yanthi Haryati S.Psi